kelelahan dalam pelarianku

October 16, 2006

Ketika seorang Chairil Anwar berteriak lantang,
KUMAU HIDUP 1000 TAHUN LAGI…
Aku pun duduk dalam diam dan termangu,
apa yang akan kulakukan 1000 tahun mendatang
bila Tuhan memberiku hidup 1000 tahun…..
Di perjalanan usiaku kini,
Kujalani hari-hariku,
Dalam hitungan waktu tak terhingga,
Hingga bila waktuku tiba….
Kugapai matahari,
Kusapa lembut bulan yang tersipu,
Kulihat ada kelelahan menggantung,
Kurasakan ada keresahan dalam balutan mesra malam…
Kesemuan,
Kejenuhan,
Kebimbangan,
Kegalauan,
Ketidakpastian,
Sekaligus kebahagiaan,
Menyapa setiap relung dalam hatiku,
Silih berganti…
Menari-nari di lubuk hatiku,
Bersorak sorai,
Gegap gempita,
Mengetuk gendang telingaku,
Berkelebat di pelupuk mataku….
Mengaduh,
Mengeluh,
Menertawai,
Menangisi,
Semua yang melintas di perjalananku,
Semua yang kusaksikan,
Semua yang kusampaikan,
Semua yang kukeluhkan
Semua yang kuadukan,
Sekaligus semua itu yang kusyukuri…
Kulanjutkan perjalanan siang malamku,
Walau kelelahan kerap membayang,
Walau keletihan kian menghantui,
Tetap ada,
Satu keyakinanku,
Aku tidak akan pernah sendiri,
Lalu,…….
Kembali bait puisi itu melintas…
Apa yang akan kulakukan,
Seandainya aku hidup 1000 tahun lagi,
Pertanyaan itu akan tetap mengganjal,
Melayang tak berjawab,
Takkan pernah ada jawaban pasti,
Sampai ajal berkenan memanggil….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.