puisi idul fitri…

October 22, 2006


Iedul Fitri 1427H…
24 Oktober 2006

Manusia itu tempat berkumpulnya segala kealpaan dan kekhilafan, sehingga dia kadang mencari surga kemana-mana, padahal surga itu ada di dirinya sendiri, dia akan merasa yang paling tidak beruntung dari semuanya, sehingga dia melupakan semua yang dia miliki, orang-orang tercinta di sekitarnya, yang selalu bersedia membantu tanpa pamrih, serta segala keberuntungan yang dimilikinya, yang takkan pernah habis, asalkan dia tetap menyadari dan menyukuri segala yang dimilikinya…

Maka di hari yang fitri ini,
ketika beberapa saat yang lalu,
ketika riak-riak kehidupan dihadapi dengan hati suram,
ketika berbagai peristiwa melintas seringkali dihadapi dengan tak bijak…
sehingga menenggelamkan kalbu ke dalam lembah kesalahan dan kekhilafan…
ketika mata salah memandang,
ketika mulut seringkali salah dalam berucap,
ketika segala ucapan dan perilaku, semata hanya mengoyak sanubari, menabur luka tak terobati di hati siapapun…
ketika hati kerap salah menduga,
ketika terlupa diri ini tuk menggemakan kebesaran Tuhan,
ketika tak pernah lagi kedua tangan ini bersimpuh
memohon anugerah Nya sekaligus ampunan Nya,….
kembali karunia Nya menyirami kalbu yang menjelang tandus ini…
mengantarkan kesempatan, tuk merasakan kebahagiaan
melalui akal yang kembali jernih,
nurani yang kembali bersih,
dan warna hidup yang kembali putih,
serta perilaku yang kembali tulus….
ketika gema takbir memenuhi sanubari
kembali jiwa bersujud dalam kebahagiaan
kembali kesucian memenuhi kalbu…
kembali menyongsong iedul fitri…

IEDUL FITRI
1 SYAWAL 1427 H…

Bandung, 22 Oktober 2006
dienna pratikto

5 Responses to “puisi idul fitri…”

  1. Rahman said

    Wow, bgz bgt. . .
    Ajarin q owh, bgmn cr agar bs membwt puisi dg gampng..
    Please. . .
    Oks, thx y..
    Sukses slalu. . .

  2. makasiiiy bung Rahman…
    hmmmmm….puisi itu ditulis dan datang begitu saja, menyapa kalbu dan menggerakkan jari jemari ini untuk bersaksi betapa kebesaranNYA takkan pernah dapat kita capai….
    so…next sketsa, qu pindah niy di riyodina.com ja…walaupun qu blom nambah lagi masih sibuk banget…
    salam
    dina pratikto

  3. putra said

    ketika hujan turun basahi bumi
    larutkan debu2 di dedaunan,
    ketika maafmu terucap untukku
    larutkan debu2 dosa dari diriku

  4. putra said

    kalau ini gi mana

  5. malla said

    waktu yang mengalir bagai air
    ramadhan suci telah berakhir
    ada luka yang pernah merebak
    khilaf yang sempat terbuat
    sucikan hati
    mohon maaf lahir dan batin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.