kereta api…
November 19, 2006
Naik kereta api tut..tut..tuuuuutt…
siapa hendak turut….
seringkali kugumamkan lagu itu, lagu masa kecilku…hmmmm dalam situasi apapun, dimana pun…kemana pun…pasteeee lagu si “guling besi” itu kusenandungkan…
aq ingat, dulu…waktu aq masih kecil, susaaaah banget makan, suka ikutan kalo bapa brangkat kantor, dianterin ke stasiun, ato ke rumah sodaranya ibu yang rumahnya dekat rel kereta api, seperti rumahku sekarang…entah itu ide siapa…bapa atau ibu, yang pasti sangat mujarab…tanpa terasa sesuap demi sesuap, makan pagi dari kotak bekalku berpindahke perutku…
aq ingat, dengan sabarnya ibu menyuapiku…sambil sesekali menimpali celotehku…tentang si “ular besi”…
tiba-tiba saja ingatan akan kejadian yang kerap berulang waktu ku kecil itu melintas dibenakku…
kemudian ingatanku melayang…menyusur dinding-dinding kenanganku yang masih tersisa…saat-saat menyusuri kenangan indahku…akan kecintaanku terhadap benda panjang beroda besi..
kereta api yang panjaaaang, meliuk, melintas kehijauan ladang dan sawah yang terhampar, membelah bukit, menyapa jalanan di kota, sambil menyusuri rel…
tahun 91, aq harus ke Jakarta, karena biro desain tempatku bekerja menempatkanku di cabang Jakarta…maka resmilah aq saat itu menjadi “utusan daerah” hehe…
setiap aq akan pulang ke Bandung, sesekali Bapak menjemputku ke stasiun Bandung, kemudian pada saat aq kembali ke Jakarta, bapa mengantarku sampai Gambir… beberapa tahun berlalu, sampai pada akhirnya bapa tidak lagi mengantarku sampai Gambir, bapa hanya menjemput dan mengantarku sampai stasiun Bandung saja…:))
seiring berlalunya waktu, ketika tubuh bapa semakin digeroti usia, bapa tidak lagi menjemputku hingga stasiun, tapi menantikanku di rumah…, ketika aq akan kembali ke Jakarta bapa hanya mengantarku hingga jalan depan rumah… begitu seterusnya hingga pada tahun 2002 bapa terserang stroke…hingga akhir hayatnya bapa hanya mengantarku dengan pandangan mata sendu, dari tempat tidur yang ditempatinya hingga akhir hayatnya…hiks
berakhir sudah impianku untuk dapat suatu hari berkereta api lagi Jakarta – Bandung dengan Bapa, bahkan hanya untuk bernostalgia saja…
hari ini baru saja aq tiba dari Gambir mengantarkan ibu sahabatku pulang ke Semarang…saat menanti kereta, tiba-tiba saja kenangan-kenangan indah itu berlintasan memenuhi benakku…yaaaa aq masih suka kereta api…:))